#ContactForm1 { display:none !important; }

Auxiliary Verbs

Auxiliary verbs merupakan kata kerja bantu yang berfungsi untuk membantu kata kerja ketika berubah wujud, misalkan dari kalimat positif ke kalimat pertanyaan atau dari kata kerja present (masa sekarang) ke past (masa lampau), dll. Yang termasuk dalam auxiliary verbs adalah sebagai berikut:
  • Is, am, are, was, were
  • Has, have, had
  • Do, does, did
  • Will, would; shall, should; can, could; may, might; must, ought, need, dare, used

Beberapa dari auxiliary verbs bisa juga digunakan sebagai principal verbs (kata kerja utama). Seperti sudah disebutkan sebelumnya fungsi dari auxiliaries adalah membantu principal verbs dalam membentuk tense dan mood. Auxiliary verb juga mempunyai fungsi lainnya.
Dalam bahasa Inggris kalimat yang menunjukkan kegiatan dimasa lampau menggunakan kata kerja bentuk lampau (past tense).  Untuk kata kerja yang beraturan (regular verbs) bentuk kata kerja masa lampau dengan adalah dengan menambahkan akhiran -ed, -d atau -t namun jika kalimat berubah menjadi bentuk negatif, maka diperlukan auxiliary verbs yang diikuti dengan not yang bisa disingkat menggunakan contraction n't.
  • It isn’t true. (= It is not true.)
  • We aren’t going anywhere. (= We are not going anywhere.)
  • You shouldn’t do that.
  • I don’t know what to do.
Kegunaan dari auxiliary verbs
Untuk membentuk kalimat negatif (negative sentences)
  • know him.
  • don’t know him. (BUKAN I know not him.)
  • She wrote to me.
  • She didn’t write to me. (BUKAN She wrote not to me.)
Fungi dari do dan did membantu pernyataan positif menjadi pernyataan negatif. 
Yuk, belajar dan berlatih Bahasa Inggris lebih lanjut.

Verb Patterns

Verbs (kata kerja) bahasa Inggris mempunyai beberapa pola yang disebut dengan istilah verb patterns
Transitive verb adalah kata kerja yang mempunyai object. Susunan kata-kata pada umumnya dalam kalimat bahasa Inggris adalah subject + verb + object (subjek + kata kerja + objek)
  • Alice likes sweets. (Subject – Alice, Verb – likes, Object – sweets)
  • The principal punished the boy. (Subject – principal, Verb – punished, Object – boy)
  • The monk burned himself. (Subject – monk, Verb – burned, Object – himself)
Alice likes …what? Sweets
The principal punished …whom? The boy
Jawaban atas pertanyaan what atau whom disebut direct object (objek langsung). Perhatikan juga penggunaan reflexive pronoun (e.g. myself, himself, herself, themselves etc.) sebagai object pada contoh kalimat ketiga diatas.
Beberapa verbs diikuti oleh adverb particles. Sebagai contoh: put on, take off, give away, bring up, call in etc. Kadang-kadang particle nya terpisah dariverb dan diletakkan sesudah object.
  • He threw it away.
  • They called the visitor in.
  • He put his coat on.
  • His grandmother brought him up.
  • You must send it back.
Perhatikan pada contoh diatas, particle nya diletakkan sesudah object jika object nya merupakan personal pronoun (kata ganti orang) atau bila object berupa kata pendek.
Perbedaan antara adverb particle dan preposition yaitu particle berdekatan dengan kata kerjanya (verb) sedangkan  preposition berdekatan dengan noun atau pronoun yang mengaturnya. Adverb particle berikut ini tidak pernah berperan sebagai preposition – away, back, out, backward, forward, upward, downward dll. Namun on, off, in, up, down, to, from dll., bisa berperan sebagai particles dan prepositions.
Kalau object nya panjang atau bila mau ditekankan maka adverb particle diletakan sebelum object.
  • The chief guest gave away the prizes.
  • He put on an air of innocence.
  • The sailors put out the fire in the hold of the ship.
  • We will not throw away anything useful.

Verbs

Apa itu verbs?  Verbs diterjemahkan sebagai kata kerja.
Perhatikan contoh kalimat dibawah ini: 
  • Mother cooks dinner.
  • Children play in the park.
  • Barking dogs seldom bite.

Dalam kalimat yang diberikan di atas, kata-kata yang ditulis tebal digunakan untuk menyatakan sesuatu tentang seseorang atau sesuatu. Mereka menyatakan apa yang dilakukan seseorang atau sesuatu. Kata-kata ini disebut kata kerja. 
Sekarang baca kalimat berikut.
  • We have two hands and two legs. 
  • She is a good girl. 
Di sini kata kerja have  dan is   menunjukkan apa yang dimiliki atau dilakukan seseorang. Kata-kata ini juga disebut kata kerja. Jadi kita telah melihat bahwa kata kerja adalah kata yang menunjukkan apa yang dimiliki atau dilakukan seseorang atau benda. Kata kerjanya juga dapat mengungkapkan apa yang terjadi atau dilakukan terhadap orang atau benda itu.
The thief was beaten. (Kata kerja was beaten menyatakan apa yang terjadi pada pencuri)
 Satu kata kerja bisa lebih dari satu kata. Ada kata kerja yang terdiri dari empat kata.
  • It is raining.
  • It has been raining.
  • It rains.
Transitive dan intransitive verbs
Kata kerja yang mempunyai objek disebut transitive verbs.
  • She heard a noise. (subject – she, verb – heard, object – a noise)
  • He saw a pigeon. (Subject – he, verb – saw, object – a pigeon)
  • The girl  plucked the flower. (Subject – the girl, verb – plucked, object – the flower)
  • The master beat the dog. (subject – the master, verb – beat, object – the dog)
Beberapa kata kerja tidak diikuti objek, disebut intransitive verbs. Contoh kata kerja intransitive: smile, sit, sleep, cry, laugh, dance dll.
  • The baby smiled. (Kata kerja smiled merupakan intransitive karena tidak ada objek.)
  • The child cried. (Kata kerja cried, intransitive karena tidak ada object.)
  • He sat on the bed. (Kata kerja sat, intransitive karena tidak ada object.)
Semua kata kerja bisa bersifat transitif dan intransitif tergantung ada tidaknya objek yang mengikutinya.

Yuk, belajar bahasa Inggris lebih lanjut.