#ContactForm1 { display:none !important; }

Video Cerita Anak

JESSI DAN MIMPI INDAH

Jessi adalah gadis kecil berambut hitam yang pendiam. Ada satu kebiasaan yang sering terlupa: mengucap salam. Suatu malam, Jessi bertemu dengan peri cantik bernama Nuri, penjaga sapaan. Bersama Nuri, Jessi belajar bahwa salam kecil bisa membawa dampak besar! Pesan moral dalam cerita ini: - Pentingnya mengucap selamat pagi, selamat siang, dan selamat malam - Bersikap sopan dan ramah pada orang tua, guru, dan teman - Keberanian untuk berubah menjadi lebih baik.

KLIK DISINI untuk mulai menonton dan mendengarkan.

Mari kita baca cerita Mimpi Indah Jessi.

Pagi telah tiba. Matahari bersinar terang. Jessi bangun dan beranjak ke ruang makan.

Setibanya di meja makan, Ibu menyapa, "Selamat pagi, Jessi!" Jessi diam saja. Ia menantikan sarapan pagi yang disiapkan ibu.

Di sekolah, Bu Guru berkata, "Selamat pagi, anak-anak!" Teman-teman menjawab riang. Jessi hanya duduk diam.

Pulang sekolah, Pak Satpam tersenyum dan menyapa, "Selamat siang, Jessi!" Jessi hanya lewat tanpa membalas sapaan Pak satpam.

Malam harinya, Jessi tidur dengan hati gelisah. Dalam mimpinya, ia melihat seorang peri terbang menghampirinya.

Jessi menatap peri tersebut dengan takjub. "Aku Nuri, peri penjaga sapaan," kata peri tersebut sambil tersenyum.

Nuri mengayunkan tongkat yang dipegangnya. Terlihat sosok Ibu, ayah dan teman-temannya.

"Mereka menantikan sapaanmu, Jessi. Saat kamu mengucap salam, kamu menunjukkan rasa pedulimu pada mereka'".

“Cobalah ucapkan salam pada orang di sekitarmu, pagi, siang, dan malam. Lihat apa yang kemudian akan terjadi," ujar Nuri lembut.

"Salam kecil, dampak besar, Jessi. Jangan lupa, ya!" Perlahan, Nuri menghilang dalam kilauan bintang.

Keesokan pagi, Jessi terbangun. Matahari sudah bersinar.

Ia berlari ke ruang makan. "Selamat pagi, Ibu! Selamat pagi, Ayah!" seru Jessi lantang. Ayah dan Ibu tertegun, lalu tersenyum lebar. Hangat sekali rasanya.

Di sekolah, Jessi menyapa Bu Guru. Di gerbang, ia menyapa Pak Satpam. Saat bertemu teman, Jessi menyapanya. Semua orang tersenyum padanya.

Malam harinya, Jessi menikmati susu hangat bersama kedua orangtuanya.  "Ibu, Ayah, selamat malam," bisiknya. "Selamat malam, Jessi sayang," jawab Ibu hangat.

Sebelum tidur, Jessi tersenyum bahagia. Pesan Nuri dalam mimpinya benar. Salam kecil, dampak besar.


Pesan Moral
Anak-anak hebat,
Sapaan sopan itu seperti hadiah kecil. Ucapkan "selamat pagi, selamat siang, selamat malam" pada orang di sekitarmu. Lihatlah bagaimana hari-harimu jadi lebih hangat dan ceria! Salam kecil, dampak besar.


SAHABAT SEHAT DONI

Sahabat Sehat Doni adalah cerita anak yang seru dan penuh pesan tentang pentingnya makan sehat setiap hari! Doni punya tiga sahabat di piring makannya: Ciki si ayam goreng, Broko si brokoli, dan Jeri si jeruk. Mereka bertengkar karena merasa paling penting. Tapi ketika Doni sakit, mereka sadar bahwa semua makanan sehat itu penting untuk tubuh! 

Melalui cerita ini, anak-anak akan belajar: 

  • Pentingnya makan sayur, buah, dan protein 
  • Menjaga kesehatan tubuh sejak dini 
  • Tidak pilih-pilih makanan


KLIKDISINI atau KLIK GAMBAR DI ATAS untuk mulai menonton dan mendengarkan

Mari kita membaca cerita Sahabat Sehat Doni.

Di atas piring makan Doni, hidangan istimewa sudah tersusun rapi. Ada Ciki si ayam goreng, Broko si brokoli hijau, dan Jeri si jeruk segar.

“Aku yang paling hebat!” seru Ciki sombong. “Semua anak suka ayam goreng!”

“Tidak begitu, Ciki,” sahut Broko tenang. “Aku berguna untuk tulang Doni, agar ia kuat berlari!”


“Kalian berdua jangan sombong!” potong Jeri cepat. “Akulah yang menjaga Doni agar tidak mudah sakit!”


Ketiganya saling berdebat. Masing-masing merasa paling penting untuk Doni.

“Anak-anak sukanya ayam, bukan sayur hijau!” ejek Ciki. Broko hanya diam tapi matanya menyala.


“Kalian tidak usah bertengkar!” bentak Jeri. “Kita semua berguna, tapi lihat nanti siapa yang paling dibutuhkan!”


Tiba-tiba, Doni masuk dengan langkah gontai. Ia tidak bersemangat seperti biasanya.

Ibu meraba kening Doni. “Wah, panas sekali! Ayo kita periksa ke dokter, Nak.”

Ciki, Broko, dan Jeri hanya bisa terdiam. Mereka lupa bahwa Doni membutuhkan mereka semua.


Di ruang dokter, Dokter memeriksa Doni dengan teliti. “Hmm, Doni kurang makan sayur dan buah, ya?”Doni mengangguk pelan. Ibunya hanya tersenyum sambil mengusap rambut Doni.


“Dengar ya, Doni,” kata Dokter ramah. “Ayam itu baik, tapi sayur dan buah juga penting.”


“Sayur membuat tulangmu kuat agar bisa berlari dan main bola. Buah menjaga imunitas agar tidak mudah sakit!”


“Baik, Dok! Aku janji akan makan ayam, sayur, dan buah setiap hari!” seru Doni.


Sepulang dari dokter, Doni langsung duduk di meja makan. Ia tak sabar menyantap hidangan sehat.


Ciki, Broko, dan Jeri tersenyum bahagia. Mereka akhirnya disantap bersama oleh Doni.


“Maafkan aku, teman-teman,” kata Ciki malu. “Ternyata kita semua penting untuk Doni!”


“Setuju!” sahut Broko dan Jeri bersama. “Mulai sekarang kita bekerja sama menjaga Doni tetap sehat!”


Sejak hari itu, Doni selalu makan makanan bergizi seimbang. Dan Ciki, Broko, serta Jeri pun bersahabat selamanya.

 

 
Pesan Moral
- Semua makanan bergizi memiliki manfaatnya masing-masing.
- Tubuh sehat membutuhkan gizi seimbang: lauk, sayur, dan buah.
- Tidak ada makanan yang “paling hebat” sendiri – semua penting jika dimakan bersama.
- Kerja sama dan saling menghargai lebih baik daripada bertengkar.



RAKA BERGERAK

Sebuah dongeng inspiratif tentang seorang anak laki-laki bernama Raka yang awalnya malas berolahraga, tetapi akhirnya menemukan keseruan bergerak bersama ibu dan teman-temannya.

Pesan Moral dalam Cerita Ini 

  • Mengajarkan anak pentingnya berolahraga untuk kesehatan tubuh 
  • Membantu anak mengatasi rasa malas dengan cara yang menyenangkan 
  • Menanamkan nilai pantang menyerah dan terus mencoba 
  • Mengajarkan kebersamaan dengan teman dan keluarga



KLIKDISINI atau KLIK GAMBAR DI ATAS untuk mulai menonton dan mendengarkan

Mari kita membaca cerita Raka Bergerak.

Matahari sudah tersenyum, tapi Raka masih duduk santai di tempat tidurnya. Tablet di tangannya lebih menarik daripada bergerak.

Ibu berdiri di depan pintu kamar Raka, mengajaknya berlari pagi. Tapi Raka hanya menggeleng dan berkata, “Aku malas, Bu.”


Tiba-tiba, tabletnya mati! Raka menggerutu kesal. Ibu hanya tersenyum sambil mengikat tali sepatunya.“Ayo ikuti Ibu berolahraga, hanya sebentar saja!” Ibu berlari di tempat sambil terus membujuknya. Raka melihat Ibu begitu bersemangat. Kaki kecilnya mulai bergerak melangkah keluar rumah.  Raka akhirnya ikut berlari. Badannya terasa hangat dan segar.


Raka dan ibu berlari melewati taman. Ia melihat banyak tempat bermain di taman. Di taman Raka bertemu dengan teman-temannya, Dika dan Dodi. “Raka, main bola yuk!” seru Dika. Raka ikut bermain bola bersama teman-temannya. Awalnya, ia tidak terampil menendang bola, namun ia tidak menyerah dan mencoba lagi.


Akhirnya Raka berhasil menendang bola hingga menggelinding jauh. Ternyata bermain bola itu menyenangkan.  Setelah lelah bergerak, mereka melakukan gerakan pendinginan dan beristirahat.


“Tadi aku malas, tapi sekarang aku senang sekali!” Raka berkata pada Ibu. “Besok aku mau bergerak lagi. Ayo teman berolahraga bersama lagi!” 

 Pesan Moral

  • Rajin-rajinlah berolah raga setiap hari
  • Jangan malas bergerak
  • Kebiasaan berolah raga membuat badan kita sehat

DODO DAN SI KUMAN NAKAL

Cerita anak kali ini bercerita tentang Dodo, anak laki-laki usia 6 tahun yang suka bermain bola. Sayangnya, Dodo malas mencuci tangan dan mandi. Akibatnya, Kiki, Koko, dan Kuku si kuman nakal berpesta di tubuhnya. Sampai suatu malam, perut Dodo sakit dan ia demam tinggi. Ibu pun membawa Dodo ke dokter. Apa yang dokter katakan? Dan apakah Dodo mau berubah menjadi anak yang rajin bersih-bersih?

Manfaat menonton cerita ini untuk anak:

  • Belajar pentingnya cuci tangan sebelum makan & setelah bermain
  • Mengerti akibat malas mandi
  • Membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat
  • Melatih daya imajinasi dan pemahaman sebab-akibat


KLIKDISINI atau KLIK GAMBAR DIATAS untuk mulai menonton dan mendengarkan.

Mari kita membaca cerita Dodo Dan Si Kuman Nakal.

Dodo adalah anak laki-laki berusia 6 tahun yang sangat suka bermain bola di halaman belakang. Setiap hari, ia pulang bermain dengan tangan dan kaki penuh lumpur.

Tapi Dodo malas sekali mencuci tangan. Ia juga malas mandi setelah bermain.

Di balik kotoran di tangan Dodo, hiduplah sekelompok kuman nakal bernama Kiki, Koko, dan Kuku. Mereka tertawa senang karena Dodo tidak pernah membersihkan diri.


“Hore, Dodo malas mandi! Kita bisa bersarang di tubuhnya!” seru Kiki si kuman. Mereka berpesta pora di sela-sela jari Dodo.


Suatu hari, setelah bermain seharian, Dodo langsung tidur tanpa mandi. Kuman-kuman itu pun bergerak masuk ke dalam perut Dodo.


Malam harinya, perut Dodo terasa sakit sekali. Ia juga demam dan menggigil kedinginan.

Ibu meraba kening Dodo dan terkejut karena panasnya sangat tinggi. “Dodo, kamu pasti kena kuman karena tidak mau cuci tangan dan mandi!” kata Ibu cemas.


Ibu segera membawa Dodo ke dokter. Di ruang periksa, dokter menggunakan stetoskop untuk mendengarkan detak jantung Dodo. Dokter tersenyum ramah dan berkata, “Dodo, di tubuhmu ada banyak kuman. Mereka datang karena kamu malas mencuci tangan dan mandi.”


Dokter memberi Dodo obat dan pesan khusus, “Setelah bermain, kamu harus cuci tangan pakai sabun. Dan jangan lupa mandi, ya!” Dodo mengangguk malu. Ia berjanji tidak akan malas lagi.


Sejak hari itu, setiap selesai bermain, Dodo langsung berlari ke kamar mandi. Ia mencuci tangan dengan sabun sambil bernyanyi. Ia juga mandi dua kali sehari, pagi dan sore. Tubuhnya menjadi wangi dan bersih.


Kiki, Koko, dan Kuku si kuman nakal tidak punya tempat tinggal lagi. Mereka pergi karena Dodo sudah rajin membersihkan diri. Dodo tidak pernah sakit perut lagi. Ia bermain dengan riang dan tubuhnya selalu sehat.


“Terima kasih, Ibu dan Dokter! Sekarang aku rajin cuci tangan dan mandi,” kata Dodo sambil tersenyum lebar.

Ibu memeluk Dodo dengan bangga. Sejak itu, Dodo menjadi anak yang bersih dan sehat selamanya.

Jangan malas cuci tangan dan mandi setelah bermain, ya! Karena kuman nakal akan pergi jika tubuh kita bersih.



Pesan Moral

  • Selalu menjaga kebersihan dengan mencuci tangan dan mandi setiap hari.
  • Kebersihan adalah pangkal kesehatan

KERAJAAN MULUT  YANG TERANCAM

Cerita anak kali ini bercerita tentang Rika, anak perempuan usia 6 tahun yang suka sekali makan permen dan cokelat. Sayangnya, Rika sering malas menggosok gigi sebelum tidur. Akibatnya, muncullah Plak, perampok jahat bersama gerombolan Asam Manis yang merusak benteng Gusi Merah Muda dan melemahkan kesatria Gigi Putih. Rika pun terbangun dengan sakit gigi yang luar biasa. Akankah Rika sadar pentingnya menggosok gigi? Siapa pahlawan yang akan menyelamatkan Kerajaan Mulut?

Dalam video ini:

·        Rika makan manis lalu tidur tanpa gosok gigi

·        Plak dan Asam Manis menyerang Kerajaan Mulut

·        Rika sakit gigi dan ibunya menasihati

·        Sikat Ajaib dan Pasta Fluor datang menyelamatkan

·        Rika menjadi rajin menggosok gigi setiap pagi dan malam

 

Manfaat menonton cerita ini untuk anak:

·        Belajar pentingnya menggosok gigi sebelum tidur

·        Mengerti akibat malas menyikat gigi (sakit gigi, kuman)

·        Membangun kebiasaan hidup sehat dan bersih

·        Melatih imajinasi dengan personifikasi gigi, gusi, dan kuman

 

Cocok untuk:

·        Anak usia 3–8 tahun

·        Orang tua yang ingin mengajarkan kebiasaan gosok gigi dengan cara menyenangkan

·        Pengantar tidur (bedtime story)




KLIK DISINI untuk mulai menonton.

Mari kita membaca cerita Kerajaan Mulut Yang Terancam.

Di dalam mulut seorang anak perempuan bernama Rika, hiduplah sebuah kerajaan yang indah. Kerajaan itu bernama Kerajaan Mulut yang dihuni oleh Gigi Putih dan Gusi Merah Muda.
Setiap hari, Gigi Putih bertugas sebagai kesatria yang menjaga kerajaan. Gusi Merah Muda menjadi benteng pelindung yang lembut namun kuat.

Rika adalah pemilik kerajaan itu. Ia anak perempuan berusia 6 tahun yang sangat suka makan permen dan cokelat. Sayangnya, Rika kadang malas menggosok gigi. Setelah makan manis, ia langsung tidur tanpa menyikat gigi.

Di kegelapan malam, dari sisa makanan yang menempel di gigi Rika, muncullah sosok makhluk jahat bernama Plak, sang perampok kerajaan. Plak membawa gerombolan Asam Manis, anak buahnya yang kecil-kecil dan suka merusak. Mereka tertawa senang karena Rika tidak menggosok gigi.

"Hore! Tidak ada sikat gigi malam ini! Ayo kita rusak benteng Gusi Merah Muda!" seru Plak dengan suara parau. Para Asam Manis mulai menggigit benteng Gusi Merah Muda. Gusi pun menjadi bengkak dan merah. Gigi Putih, sang kesatria, berusaha melawan. Tapi karena Rika tidak membersihkan kerajaan, kekuatan Gigi Putih melemah.

Keesokan paginya, Rika terbangun dengan rasa sakit di mulutnya. Ia mengeluh, "Aduh, gigiku sakit sekali!" Ibu Rika berkata, "Kamu pasti sakit gigi karena malas menggosok gigi, Nak. Coba ibu lihat di dalam mulutmu."

Di dalam kerajaan, keadaan semakin parah. Plak sudah hampir menguasai setengah wilayah. Gigi Putih hampir pingsan.

Rika pun bangun dan berlari ke kamar mandi. Ia mengambil sikat gigi dan pasta gigi, lalu menggosok giginya dengan rajin.

Tiba-tiba, dari luar kerajaan terdengar suara gemuruh. Dua sosok pahlawan muncul: Sikat Ajaib dan Pasta Fluor! "Jangan takut, Gigi Putih! Kami datang untuk menyelamatkan kerajaan!" teriak Sikat Ajaib. Pasta Fluor menyemprotkan busa putih ke arah Plak. Plak dan Asam Manis berteriak ketakutan. "Busa fluor! Cepat lari!" Mereka berusaha kabur, tetapi lengket dan tidak bisa bergerak.
Sikat Ajaib menggosok lembut seluruh permukaan gigi dan gusi. Satu per satu, Plak dan anak buahnya hanyut terbawa busa.

Kerajaan Mulut kembali bersih. Gigi Putih berdiri lagi dengan gagah. Gusi Merah Muda kembali sehat berwarna merah muda.

Sejak hari itu, Rika tidak pernah lupa menggosok gigi. Setiap pagi dan malam, ia menggosok gigi selama dua menit.

Dan Kerajaan Mulut pun hidup damai selamanya. Rajin menggosok gigi itu seperti menjaga kerajaan di dalam mulutmu!

Menggosok gigi setiap pagi dan malam membuat gigi kuat, gusi sehat, dan bebas dari kuman jahat seperti Plak. Jangan lupa menggosok gigi ya.

Pesan dari cerita ini
  • Jangan malas menyikat gigi setiap hari ya
  • Sikat gigi dua kali setiap hari, pagi dan malam hari
  • Malas menggosok gigi dapat menyebabkan sakit gigi


KRAYON RAKSASA KEHILANGAN WARNA


Teman-teman, pernahkah kamu melihat teman yang berbeda lalu mengejeknya? Di Kota Pelangi, semua benda punya warna cerah, kecuali Lala yang abu-abu. Dia sering ditertawakan.

Tapi tahukah kamu? Suatu hari, angin kencang meniup semua warna ke langit! Seluruh kota jadi abu-abu. Semua panik, hanya Lala yang tenang. Lala tahu jalan ke Bukit Awan, tempat tinggal Krayon Raksasa si pewarna dunia.

Ternyata Krayon Raksasa menangis karena merasa tak dihargai. Lala memeluknya dan... keajaiban terjadi!

❤️ Pesan moral: Jangan mengejek teman yang berbeda Semua warna dan semua orang istimewa Perbedaan membuat dunia indah

📖 Cocok untuk anak usia 3–10 tahun.

👨‍👩‍👧 Orang tua bisa temani anak menonton lalu diskusikan kisah ini. 


KLIK DISINI untuk mulai menonton.

Mari kita membaca cerita Krayon Kehilangan Warna.

Di Kota Pelangi, semua benda punya warna cerah kecuali Lala. Lala cuma berwarna abu-abu dan selalu menyendiri karena ia sering ditertawakan oleh teman-temannya.

Lala berbeda dari yang lain, namun ia unik. Lala mengetahui jalan ke Bukit Awan tempat tinggal Krayon Raksasa si pewarna dunia.

Lala juga mempunyai kekuatan untuk menyembuhkan Krayon Raksasa sehingga bisa terus menciptakan aneka ragam warna dunia.

Suatu hari, angin kencang meniup semua warna ke langit. Seluruh Kota Pelangi menjadi abu-abu seperti Lala.

Semua orang menjadi panik dan bingung karena mereka kehilangan warna aslinya. Teman-teman Lala yang semula saling membanggakan warnanya yang cerah merasa malu dan murung.

Lala tidak panik karena ia sudah terbiasa dengan warna abu-abunya. Dia mengajak semua orang mencari warna ke Bukit Awan.

Di puncak, Lala menemukan Krayon Raksasa yang menangis. “Tak ada yang menghargai aneka warnaku, jadi aku kehilangan warnaku,” ujar Krayon Raksasa.

Lala memeluk krayon itu dan berkata, “Jangan sedih Krayon Raksasa, aku akan mengembalikan kekuatanmu untuk menciptakan aneka warna.” Tiba-tiba tubuh Lala bercahaya putih.

Cahaya Lala mengisi krayon, dan krayon itu kembali berwarna-warni. Krayon lalu mewarnai seluruh kota lagi dari langit.

Kota Pelangi kembali indah, dan semua orang mendapatkan kembali warna aslinya. Semua orang, termasuk teman-teman Lala merasa gembira dan berterima kasih kepada Lala.

Kini mereka sadar bahwa semua warna istimewa dan mempunyai keunikan masing-masing. Sejak itu mereka berjanji untuk tidak mengejek teman yang berbeda rupa dan warna.

Mereka juga menyadari bahwa perbedaan membuat dunia semakin indah. Mereka berjanji akan bermain bersama dan saling melengkapi dalam perbedaan masing-masing.

Mari kita saling menghargai sesama teman dan tidak mengejek atau mengucilkan siapapun walaupun mereka berbeda dari kita.

Pesan Moral
  • Mari kita saling menyayangi sesama teman
  • Semua orang mempunyai kelebihan, meskipun terlihat lain dan berbeda
  • Jangan mengejek teman yang berbeda atau berkekurangan dari kita

LIDA DAN PIKI SAHABAT KIKO

Jangan Asal Bicara! Cerita Anak Lucu + Lagu "Baik, Perlu, Berguna" 🎵
Pernah nggak sih, kamu pengen banget ngomong sesuatu yang lucu, tapi ternyata bikin temanmu sakit hati?
Di video kali ini, kita akan bertemu dengan Kiko, anak baik yang punya dua sahabat kecil:
👉 Lida – suka bicara ceplas-ceplos dan pengen bikin semua orang tertawa.
👉 Piki – selalu berpikir dulu sebelum berkata.
Ketika Mona dengan bangga menunjukkan gambar kucingnya, Lida ingin Kiko berkomentar, "Kucingnya mirip kamu, Mona, sama-sama gendut!"
Tapi Piki segera mengingatkan: “Itu tidak baik, tidak perlu, dan tidak berguna.”
Apa yang akan Kiko lakukan?
Tonton sampai akhir, karena ada lagu anak seru berjudul "Lida dan Piki" yang bisa dinyanyikan bersama-sama! 🎵

UNTUK GURU DAN ORANG TUA:
Video ini cocok untuk anak usia 3–8 tahun sebagai media belajar karakter dan kecerdasan emosional. Gunakan sebagai bahan diskusi tentang etika bicara dan empati.


KLIK DISINI atau KLIK GAMBAR DI ATAS untuk mulai menonton.

Mari kita membaca cerita Lida Dan Piko, Sahabat Kiko.

Ini Kiko, anak baik yang punya dua sahabat kecil yang selalu bersamanya.

Yang kanan bernama Lida, suka bicara ceplas-ceplos. Yang kiri bernama Piki, selalu berpikir dulu.

"Hore! Hari ini aku mau bicara banyak dan bikin semua orang tertawa!” ujar Lida.

“Lida, sebelum bicara pertimbangkan apakah baik, perlu, dan berguna." ujar Piki mengingatkan

"Aduh, Piki kamu kok gak asyik sih? Bercanda itu seru, tahu" jawab Lida.

"Bercanda asyik kalau semua senang, bukan ada yang sakit hati,” jawab Piki.


Di Sekolah, Mona duduk di sebelah Kiko menunjukkan gambar hasil karyanya. "Lihat Kiko, aku gambar kucing! Lucu kan, perutnya bulat," ujar Mona dengan bersemangat.

Lida berbisik di telinga Kiko, "Cepetan bilang, 'Kucingnya mirip kamu, Mona. Sama-sama gendut!' Pasti seru!" Segera Piki berbisik kepada Kiko, "Tunggu! Itu tidak baik, tidak perlu, dan tidak berguna.”

Lida menjawab, "Tapi Piki... lucu, tahu!"


Akhirnya Lida berkata, "Oke, Piki. Aku paham. Aku akan diam dulu."

Kemudian Piki berbisik kepada Kiko, "Kiko, sekarang coba puji gambarnya, dan jangan mengomentari tubuh Mona."


Kiko berkata kepada Mona, "Gambarmu bagus sekali, Mona."

Mona tersenyum riang dan berkata, "Terima kasih, Kiko. Kamu sahabat baikku."


Kini Lida menyadari bahwa berkomentar cepat tidak selalu seru. Piki pun tersenyum dan akan selalu mengingatkan Kiko bahwa harus berpikir dulu sebelum berucap kata.

"Mulai sekarang, aku akan bertanya dulu kepada Piki sebelum bicara!" janji Lida.

 

Lida lidahku suka bicara 

Tapi jangan asal bicara 

Piki pikirku selalu ingatkan

Tiga kata sebelum ucapkan 

 

Baik, perlu, berguna 

Pikirkan sebelum ucapkan

Jangan buat teman bersedih

Tahan lidah, pikirkan dulu 

Ingat ya, teman-teman. Berbicaralah hal-hal yang baik, perlu, dan berguna karena tutur kata baik keluar dari hatimu yang peduli.


PESAN MORAL DALAM CERITA INI:
✔️ Selalu berpikir sebelum berbicara
✔️ Gunakan 3 kata ajaib: BAIK, PERLU, BERGUNA
✔️ Jaga perasaan teman dengan tutur kata yang lembut
✔️ Bercanda itu seru, asalkan semua senang, bukan sakit hati