JESSI DAN MIMPI INDAH
Jessi adalah gadis kecil berambut hitam yang pendiam. Ada satu kebiasaan yang sering terlupa: mengucap salam. Suatu malam, Jessi bertemu dengan peri cantik bernama Nuri, penjaga sapaan. Bersama Nuri, Jessi belajar bahwa salam kecil bisa membawa dampak besar! Pesan moral dalam cerita ini: - Pentingnya mengucap selamat pagi, selamat siang, dan selamat malam - Bersikap sopan dan ramah pada orang tua, guru, dan teman - Keberanian untuk berubah menjadi lebih baik.
KLIK DISINI untuk mulai menonton dan mendengarkan.
Mari kita baca cerita Mimpi Indah Jessi.
Pagi telah tiba. Matahari
bersinar terang. Jessi bangun dan beranjak ke ruang makan.
Setibanya di meja makan,
Ibu menyapa, "Selamat pagi, Jessi!" Jessi diam saja. Ia menantikan
sarapan pagi yang disiapkan ibu.
Di sekolah, Bu Guru
berkata, "Selamat pagi, anak-anak!" Teman-teman menjawab riang. Jessi
hanya duduk diam.
Pulang sekolah, Pak Satpam
tersenyum dan menyapa, "Selamat siang, Jessi!" Jessi hanya lewat
tanpa membalas sapaan Pak satpam.
Malam harinya, Jessi tidur
dengan hati gelisah. Dalam mimpinya, ia melihat seorang peri terbang
menghampirinya.
Jessi menatap peri
tersebut dengan takjub. "Aku Nuri, peri penjaga sapaan," kata peri
tersebut sambil tersenyum.
Nuri mengayunkan tongkat
yang dipegangnya. Terlihat sosok Ibu, ayah dan teman-temannya.
"Mereka menantikan
sapaanmu, Jessi. Saat kamu mengucap salam, kamu menunjukkan rasa pedulimu pada
mereka'".
“Cobalah ucapkan salam
pada orang di sekitarmu, pagi, siang, dan malam. Lihat apa yang kemudian akan
terjadi," ujar Nuri lembut.
"Salam kecil, dampak
besar, Jessi. Jangan lupa, ya!" Perlahan, Nuri menghilang dalam kilauan
bintang.
Keesokan pagi, Jessi
terbangun. Matahari sudah bersinar.
Ia berlari ke ruang makan.
"Selamat pagi, Ibu! Selamat pagi, Ayah!" seru Jessi lantang. Ayah dan
Ibu tertegun, lalu tersenyum lebar. Hangat sekali rasanya.
Di sekolah, Jessi menyapa
Bu Guru. Di gerbang, ia menyapa Pak Satpam. Saat bertemu teman, Jessi
menyapanya. Semua orang tersenyum padanya.
Malam harinya, Jessi menikmati
susu hangat bersama kedua orangtuanya. "Ibu,
Ayah, selamat malam," bisiknya. "Selamat malam, Jessi sayang,"
jawab Ibu hangat.
Sebelum tidur, Jessi
tersenyum bahagia. Pesan Nuri dalam mimpinya benar. Salam kecil, dampak besar.
Anak-anak hebat,
Sapaan sopan itu seperti hadiah kecil. Ucapkan "selamat pagi, selamat siang, selamat malam" pada orang di sekitarmu. Lihatlah bagaimana hari-harimu jadi lebih hangat dan ceria! Salam kecil, dampak besar.
SAHABAT SEHAT DONI
Sahabat Sehat Doni adalah cerita anak yang seru dan penuh pesan tentang pentingnya makan sehat setiap hari! Doni punya tiga sahabat di piring makannya: Ciki si ayam goreng, Broko si brokoli, dan Jeri si jeruk. Mereka bertengkar karena merasa paling penting. Tapi ketika Doni sakit, mereka sadar bahwa semua makanan sehat itu penting untuk tubuh!
Melalui cerita ini, anak-anak akan belajar:
- Pentingnya makan sayur, buah, dan protein
- Menjaga kesehatan tubuh sejak dini
- Tidak pilih-pilih makanan
KLIKDISINI atau KLIK GAMBAR DI ATAS untuk mulai menonton dan mendengarkan
Mari kita membaca cerita Sahabat Sehat Doni.
Di atas piring makan Doni, hidangan istimewa sudah tersusun rapi. Ada Ciki si ayam goreng, Broko si brokoli hijau, dan Jeri si jeruk segar.
“Aku yang paling hebat!” seru Ciki sombong. “Semua anak suka ayam goreng!”
“Tidak begitu, Ciki,” sahut Broko tenang. “Aku berguna
untuk tulang Doni, agar ia kuat berlari!”
“Kalian berdua jangan sombong!” potong Jeri cepat. “Akulah
yang menjaga Doni agar tidak mudah sakit!”
Ketiganya saling berdebat. Masing-masing merasa paling
penting untuk Doni.
“Anak-anak sukanya ayam, bukan sayur hijau!” ejek Ciki.
Broko hanya diam tapi matanya menyala.
“Kalian tidak usah bertengkar!” bentak Jeri. “Kita semua
berguna, tapi lihat nanti siapa yang paling dibutuhkan!”
Tiba-tiba, Doni masuk dengan langkah gontai. Ia tidak
bersemangat seperti biasanya.
Ibu meraba kening Doni. “Wah, panas sekali! Ayo kita
periksa ke dokter, Nak.”
Ciki, Broko, dan Jeri hanya bisa terdiam. Mereka lupa bahwa
Doni membutuhkan mereka semua.
Di ruang dokter, Dokter memeriksa Doni dengan teliti. “Hmm, Doni kurang makan sayur dan buah, ya?”Doni mengangguk pelan. Ibunya hanya tersenyum sambil mengusap rambut Doni.
“Dengar ya, Doni,” kata Dokter ramah. “Ayam itu baik, tapi
sayur dan buah juga penting.”
“Sayur membuat tulangmu kuat agar bisa berlari dan main
bola. Buah menjaga imunitas agar tidak mudah sakit!”
“Baik, Dok! Aku janji akan makan ayam, sayur, dan buah
setiap hari!” seru Doni.
Sepulang dari dokter, Doni langsung duduk di meja makan. Ia
tak sabar menyantap hidangan sehat.
Ciki, Broko, dan Jeri tersenyum bahagia. Mereka akhirnya
disantap bersama oleh Doni.
“Maafkan aku, teman-teman,” kata Ciki malu. “Ternyata kita
semua penting untuk Doni!”
“Setuju!” sahut Broko dan Jeri bersama. “Mulai sekarang
kita bekerja sama menjaga Doni tetap sehat!”
Sejak hari itu, Doni selalu makan makanan bergizi seimbang.
Dan Ciki, Broko, serta Jeri pun bersahabat selamanya.
- Tubuh sehat membutuhkan gizi seimbang: lauk, sayur, dan buah.
- Tidak ada makanan yang “paling hebat” sendiri – semua penting jika dimakan bersama.
- Kerja sama dan saling menghargai lebih baik daripada bertengkar.
RAKA BERGERAK
Sebuah dongeng inspiratif tentang seorang anak laki-laki
bernama Raka yang awalnya malas berolahraga, tetapi akhirnya menemukan keseruan
bergerak bersama ibu dan teman-temannya.
Pesan Moral dalam Cerita Ini
- Mengajarkan anak pentingnya berolahraga untuk kesehatan tubuh
- Membantu anak mengatasi rasa malas dengan cara yang menyenangkan
- Menanamkan nilai pantang menyerah dan terus mencoba
- Mengajarkan kebersamaan dengan teman dan keluarga
KLIKDISINI atau KLIK GAMBAR DI ATAS untuk mulai menonton dan mendengarkan
Mari kita membaca cerita Raka Bergerak.
Matahari sudah tersenyum, tapi
Raka masih duduk santai di tempat tidurnya. Tablet di tangannya lebih menarik
daripada bergerak.
Ibu berdiri di depan pintu kamar Raka, mengajaknya berlari
pagi. Tapi Raka hanya menggeleng dan berkata, “Aku malas, Bu.”
Tiba-tiba, tabletnya mati! Raka menggerutu kesal. Ibu hanya tersenyum sambil mengikat tali sepatunya.“Ayo ikuti Ibu berolahraga, hanya sebentar saja!” Ibu berlari di tempat sambil terus membujuknya. Raka melihat Ibu begitu bersemangat. Kaki kecilnya mulai bergerak melangkah keluar rumah. Raka akhirnya ikut berlari. Badannya terasa hangat dan segar.
Raka dan ibu berlari melewati taman. Ia melihat banyak tempat bermain di taman. Di taman Raka bertemu dengan teman-temannya, Dika dan Dodi. “Raka, main bola yuk!” seru Dika. Raka ikut bermain bola bersama teman-temannya. Awalnya, ia tidak terampil menendang bola, namun ia tidak menyerah dan mencoba lagi.
Akhirnya Raka berhasil menendang bola hingga menggelinding jauh. Ternyata bermain bola itu menyenangkan. Setelah lelah bergerak, mereka melakukan gerakan pendinginan dan beristirahat.
“Tadi aku malas, tapi sekarang aku senang sekali!” Raka berkata pada Ibu. “Besok aku mau bergerak lagi. Ayo teman berolahraga bersama lagi!”
- Rajin-rajinlah berolah raga setiap hari
- Jangan malas bergerak
- Kebiasaan berolah raga membuat badan kita sehat
DODO DAN SI KUMAN NAKAL
Cerita anak kali ini bercerita tentang Dodo, anak laki-laki usia 6 tahun yang suka bermain bola. Sayangnya, Dodo malas mencuci tangan dan mandi. Akibatnya, Kiki, Koko, dan Kuku si kuman nakal berpesta di tubuhnya. Sampai suatu malam, perut Dodo sakit dan ia demam tinggi. Ibu pun membawa Dodo ke dokter. Apa yang dokter katakan? Dan apakah Dodo mau berubah menjadi anak yang rajin bersih-bersih?
Manfaat menonton cerita ini untuk anak:
- Belajar
pentingnya cuci tangan sebelum makan & setelah bermain
- Mengerti
akibat malas mandi
- Membangun
kebiasaan hidup bersih dan sehat
- Melatih daya imajinasi dan pemahaman sebab-akibat
KLIKDISINI atau KLIK GAMBAR DIATAS untuk mulai menonton dan mendengarkan.
Mari kita membaca cerita Dodo Dan Si Kuman Nakal.
Dodo adalah anak laki-laki berusia
6 tahun yang sangat suka bermain bola di halaman belakang. Setiap hari, ia
pulang bermain dengan tangan dan kaki penuh lumpur.
Tapi Dodo malas sekali mencuci tangan. Ia juga malas mandi
setelah bermain.
Di balik kotoran di tangan Dodo, hiduplah sekelompok kuman
nakal bernama Kiki, Koko, dan Kuku. Mereka tertawa senang karena Dodo tidak
pernah membersihkan diri.
“Hore, Dodo malas mandi! Kita bisa bersarang di tubuhnya!”
seru Kiki si kuman. Mereka berpesta pora di sela-sela jari Dodo.
Suatu hari, setelah bermain seharian, Dodo langsung tidur
tanpa mandi. Kuman-kuman itu pun bergerak masuk ke dalam perut Dodo.
Malam harinya, perut Dodo terasa sakit sekali. Ia juga
demam dan menggigil kedinginan.
Ibu meraba kening Dodo dan terkejut karena panasnya sangat
tinggi. “Dodo, kamu pasti kena kuman karena tidak mau cuci tangan dan mandi!”
kata Ibu cemas.
Ibu segera membawa Dodo ke dokter. Di ruang periksa, dokter menggunakan stetoskop untuk mendengarkan detak jantung Dodo. Dokter tersenyum ramah dan berkata, “Dodo, di tubuhmu ada banyak kuman. Mereka datang karena kamu malas mencuci tangan dan mandi.”
Dokter memberi Dodo obat dan pesan khusus, “Setelah bermain, kamu harus cuci tangan pakai sabun. Dan jangan lupa mandi, ya!” Dodo mengangguk malu. Ia berjanji tidak akan malas lagi.
Sejak hari itu, setiap selesai bermain, Dodo langsung berlari ke kamar mandi. Ia mencuci tangan dengan sabun sambil bernyanyi. Ia juga mandi dua kali sehari, pagi dan sore. Tubuhnya menjadi wangi dan bersih.
Kiki, Koko, dan Kuku si kuman nakal tidak punya tempat tinggal lagi. Mereka pergi karena Dodo sudah rajin membersihkan diri. Dodo tidak pernah sakit perut lagi. Ia bermain dengan riang dan tubuhnya selalu sehat.
“Terima kasih, Ibu dan Dokter! Sekarang aku rajin cuci
tangan dan mandi,” kata Dodo sambil tersenyum lebar.
Ibu memeluk Dodo dengan bangga. Sejak itu, Dodo menjadi
anak yang bersih dan sehat selamanya.
Jangan malas cuci tangan dan mandi setelah bermain, ya!
Karena kuman nakal akan pergi jika tubuh kita bersih.
Pesan Moral
- Selalu menjaga kebersihan dengan mencuci tangan dan mandi setiap hari.
- Kebersihan adalah pangkal kesehatan
KERAJAAN MULUT YANG TERANCAM
Cerita anak kali ini bercerita tentang Rika, anak perempuan usia 6 tahun yang suka sekali makan permen dan cokelat. Sayangnya, Rika sering malas menggosok gigi sebelum tidur. Akibatnya, muncullah Plak, perampok jahat bersama gerombolan Asam Manis yang merusak benteng Gusi Merah Muda dan melemahkan kesatria Gigi Putih. Rika pun terbangun dengan sakit gigi yang luar biasa. Akankah Rika sadar pentingnya menggosok gigi? Siapa pahlawan yang akan menyelamatkan Kerajaan Mulut?
Dalam video ini:
·
Rika makan manis lalu tidur tanpa gosok gigi
·
Plak dan Asam Manis menyerang Kerajaan Mulut
·
Rika sakit gigi dan ibunya menasihati
·
Sikat Ajaib dan Pasta Fluor datang menyelamatkan
·
Rika menjadi rajin menggosok gigi setiap pagi
dan malam
Manfaat menonton cerita ini
untuk anak:
·
Belajar pentingnya menggosok gigi sebelum tidur
·
Mengerti akibat malas menyikat gigi (sakit gigi,
kuman)
·
Membangun kebiasaan hidup sehat dan bersih
·
Melatih imajinasi dengan personifikasi gigi,
gusi, dan kuman
Cocok untuk:
·
Anak usia 3–8 tahun
·
Orang tua yang ingin mengajarkan kebiasaan gosok
gigi dengan cara menyenangkan
· Pengantar tidur (bedtime story)
Setiap hari, Gigi Putih bertugas sebagai kesatria yang menjaga kerajaan. Gusi Merah Muda menjadi benteng pelindung yang lembut namun kuat.
Sikat Ajaib menggosok lembut seluruh permukaan gigi dan gusi. Satu per satu, Plak dan anak buahnya hanyut terbawa busa.
- Jangan malas menyikat gigi setiap hari ya
- Sikat gigi dua kali setiap hari, pagi dan malam hari
- Malas menggosok gigi dapat menyebabkan sakit gigi
KRAYON RAKSASA KEHILANGAN WARNA
Tapi tahukah kamu? Suatu hari, angin kencang meniup semua
warna ke langit! Seluruh kota jadi abu-abu. Semua panik, hanya Lala yang
tenang. Lala tahu jalan ke Bukit Awan, tempat tinggal Krayon Raksasa si pewarna
dunia.
Ternyata Krayon Raksasa menangis karena merasa tak dihargai.
Lala memeluknya dan... keajaiban terjadi!
❤️ Pesan moral: Jangan mengejek
teman yang berbeda Semua warna dan semua orang istimewa Perbedaan membuat dunia
indah
📖 Cocok untuk anak usia
3–10 tahun.
👨👩👧
Orang tua bisa temani anak menonton lalu diskusikan kisah ini.
Di Kota Pelangi, semua benda punya warna cerah kecuali Lala.
Lala cuma berwarna abu-abu dan selalu menyendiri karena ia sering ditertawakan
oleh teman-temannya.
Lala berbeda dari yang lain, namun ia unik. Lala mengetahui
jalan ke Bukit Awan tempat tinggal Krayon Raksasa si pewarna dunia.
Lala juga mempunyai kekuatan untuk menyembuhkan Krayon Raksasa
sehingga bisa terus menciptakan aneka ragam warna dunia.
Suatu hari, angin kencang meniup semua warna ke langit.
Seluruh Kota Pelangi menjadi abu-abu seperti Lala.
Semua orang menjadi panik dan bingung karena mereka
kehilangan warna aslinya. Teman-teman Lala yang semula saling membanggakan
warnanya yang cerah merasa malu dan murung.
Lala tidak panik karena ia sudah terbiasa dengan warna
abu-abunya. Dia mengajak semua orang mencari warna ke Bukit Awan.
Di puncak, Lala menemukan Krayon Raksasa yang menangis. “Tak
ada yang menghargai aneka warnaku, jadi aku kehilangan warnaku,” ujar Krayon Raksasa.
Lala memeluk krayon itu dan berkata, “Jangan sedih Krayon
Raksasa, aku akan mengembalikan kekuatanmu untuk menciptakan aneka warna.”
Tiba-tiba tubuh Lala bercahaya putih.
Cahaya Lala mengisi krayon, dan krayon itu kembali
berwarna-warni. Krayon lalu mewarnai seluruh kota lagi dari langit.
Kota Pelangi kembali indah, dan semua orang mendapatkan
kembali warna aslinya. Semua orang, termasuk teman-teman Lala merasa gembira
dan berterima kasih kepada Lala.
Kini mereka sadar bahwa semua warna istimewa dan mempunyai
keunikan masing-masing. Sejak itu mereka berjanji untuk tidak mengejek teman
yang berbeda rupa dan warna.
Mereka juga menyadari bahwa perbedaan membuat dunia semakin
indah. Mereka berjanji akan bermain bersama dan saling melengkapi dalam
perbedaan masing-masing.
Mari kita saling menghargai sesama teman dan tidak mengejek
atau mengucilkan siapapun walaupun mereka berbeda dari kita.
- Mari kita saling menyayangi sesama teman
- Semua orang mempunyai kelebihan, meskipun terlihat lain dan berbeda
- Jangan mengejek teman yang berbeda atau berkekurangan dari kita
LIDA DAN PIKI SAHABAT KIKO
Mari kita membaca cerita Lida Dan Piko, Sahabat Kiko.
Ini Kiko, anak baik yang punya
dua sahabat kecil yang selalu bersamanya.
Yang kanan bernama Lida, suka bicara ceplas-ceplos. Yang
kiri bernama Piki, selalu berpikir dulu.
"Hore! Hari ini aku mau bicara banyak dan bikin semua
orang tertawa!” ujar Lida.
“Lida, sebelum bicara pertimbangkan apakah baik, perlu, dan
berguna." ujar Piki mengingatkan
"Aduh, Piki kamu kok gak asyik sih? Bercanda itu seru,
tahu" jawab Lida.
"Bercanda asyik kalau semua senang, bukan ada yang
sakit hati,” jawab Piki.
Di Sekolah, Mona duduk di sebelah Kiko menunjukkan gambar
hasil karyanya. "Lihat Kiko, aku gambar kucing! Lucu kan, perutnya
bulat," ujar Mona dengan bersemangat.
Lida berbisik di telinga Kiko, "Cepetan bilang, 'Kucingnya mirip kamu, Mona. Sama-sama gendut!' Pasti seru!" Segera Piki berbisik kepada Kiko, "Tunggu! Itu tidak baik, tidak perlu, dan tidak berguna.”
Lida menjawab, "Tapi Piki... lucu, tahu!"
Akhirnya Lida berkata, "Oke, Piki. Aku paham. Aku akan
diam dulu."
Kemudian Piki berbisik kepada Kiko, "Kiko, sekarang
coba puji gambarnya, dan jangan mengomentari tubuh Mona."
Kiko berkata kepada Mona, "Gambarmu bagus sekali,
Mona."
Mona tersenyum riang dan berkata, "Terima kasih, Kiko.
Kamu sahabat baikku."
Kini Lida menyadari bahwa berkomentar cepat tidak selalu
seru. Piki pun tersenyum dan akan selalu mengingatkan Kiko bahwa harus berpikir
dulu sebelum berucap kata.
"Mulai sekarang, aku akan bertanya dulu kepada Piki sebelum bicara!" janji Lida.
Lida lidahku suka bicara
Tapi jangan asal bicara
Piki pikirku selalu ingatkan
Tiga kata sebelum ucapkan
Baik, perlu, berguna
Pikirkan sebelum ucapkan
Jangan buat teman bersedih
Tahan lidah, pikirkan dulu
Ingat ya, teman-teman. Berbicaralah hal-hal yang baik,
perlu, dan berguna karena tutur kata baik keluar dari hatimu yang peduli.




